Virgil Abloh bukan sekadar desainer biasa. Dia adalah sebuah kekuatan. Seorang pencipta Amerika yang menciptakan Off-White dan akhirnya mengambil alih kendali sebagai direktur kreatif Pakaian pria Louis Vuitton. Perbedaan di sana penting. Dia adalah orang kulit berwarna pertama yang memegang peran khusus itu. Itu menghancurkan langit-langit yang sudah berdiri lama.
Tapi kejeniusannya yang sebenarnya? Bukan berarti menciptakan sesuatu dari ketiadaan. Itu dalam meremix apa yang sudah ada. Dia menarik diri dari musik. Sejarah. Arsitektur. Dia mengambil pecahan itu dan menjadikannya miliknya.
“Abloh membandingkan dirinya dengan artis hip-hop yang mengambil sampel lagu musisi lain untuk karyanya sendiri, atau dengan seniman Prancis Marcel Duchamp, yang menciptakan objek sehari-hari yang sudah jadi yang ia pilih dan tetapkan sebagai seni.”
Anggap saja seperti set DJ. Atau kolase. Abloh memandang proses desainnya melalui lensa yang sama. Ia tidak menghindar dari gagasan “meminjam” gagasan. Sebaliknya, dia memperlakukannya sebagai bahan sumber. Sama seperti produser hip-hop yang mengangkat jeda drum atau bassline dari rekaman lama untuk menciptakan irama baru, Abloh mengambil bahasa visual mode kelas atas dan memadukannya dengan budaya jalanan.
Pendekatan ini menantang gagasan kuno tentang orisinalitas murni. Apakah itu pencurian? Atau itu percakapan? Abloh memilih yang terakhir. Dia sering merujuk pada Marcel Duchamp. Secara khusus, konsep “siap pakai”. Duchamp akan mengambil urinoir. Tanda tangani. Taruh di galeri. Tiba-tiba, itu menjadi seni. Ini tentang konteks. Ini tentang pilihan.
Abloh melakukan hal yang sama dengan kemewahan. Dia mengambil aturan kaku dari rumah mode Prancis dan menanamkannya dengan energi jalanan Chicago dan budaya anak muda global. Hasilnya adalah kosa kata baru. Salah satu pesan yang berbicara kepada generasi yang lelah karena dikucilkan dari perbincangan mewah.
Karyanya di Louis Vuitton membuktikan bahwa Anda tidak perlu meninggalkan warisan untuk menjadikannya relevan. Anda hanya perlu me-remixnya. Tambahkan sampel yang tepat. Temukan ritme yang tepat. Orang kulit berwarna pertama dalam peran itu tidak hanya berjalan melewati pintu. Dia memulainya dan memulai playlist baru.

























