Wakil Presiden, JD Vance, menghadapi reaksi balik setelah membuat perbandingan yang merendahkan antara Senator Tammy Duckworth, seorang veteran yang dihormati, dengan karakter Forrest Gump selama sidang Senat yang memanas. Insiden tersebut terjadi setelah Duckworth mendesak Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengenai apakah AS terlibat dalam perang dengan Venezuela, sebuah pertanyaan yang dipicu oleh pernyataan Rubio bahwa AS tidak berperang dengan negara Amerika Selatan tersebut namun “menghadapi” geng-geng kriminal dalam “situasi seperti perang”.

Vance menanggapi klip percakapan tersebut dengan postingan di media sosial, mengklaim interupsi Duckworth seperti “melihat Forrest Gump berdebat dengan Isaac Newton.” Pernyataan ini secara luas dianggap tidak sopan, mengingat dinas militer Duckworth dan cedera parah yang dideritanya di Irak pada tahun 2004, yang mengakibatkan hilangnya kedua kaki dan sebagian lengan kanannya.

Duckworth dengan cepat dan tajam membalas pukulan Vance, membandingkan dugaan atasannya menghindari dinas militer dengan tindakan berani Forrest Gump di Vietnam. Dia menunjukkan bahwa ketika Gump “berlari menuju bahaya”, pemimpin Vance “berlari ke ahli penyakit kaki yang menangis”. Dia lebih lanjut menuduh Vance mempertaruhkan nyawa tentara demi kepentingan perusahaan, dan menganggap perannya sebagai senator sebagai salah satu akuntabilitas.

Pertukaran tersebut mengakibatkan Vance sempat menarik diri dari media sosial, meskipun ia kemudian memuji Rubio, menyebutnya sebagai Menteri Luar Negeri dengan “kesabaran Ayub.” Insiden ini menggarisbawahi ketegangan yang sedang berlangsung antara anggota partai-partai yang berseberangan dan menyoroti sensitivitas seputar dinas militer dan disabilitas dalam wacana publik.

Episode ini menjadi pengingat bahwa bahkan dalam debat politik tingkat tinggi, serangan pribadi dan perbandingan yang tidak sopan dapat meningkat dengan cepat, sehingga memicu teguran keras dari mereka yang menjadi sasaran dan memicu perpecahan lebih lanjut.