Lorong pembuatan kue di toko kelontong sedang mengalami transformasi yang cepat. Apa yang dulunya merupakan lanskap merek-merek lama yang dapat diprediksi, kini menjadi perpaduan yang dinamis antara rasa-rasa baru, pilihan-pilihan yang berfokus pada makanan, dan inovator independen. Pergeseran ini bukan hanya tentang lebih banyak pilihan; hal ini mencerminkan tren konsumen yang lebih luas terhadap kenyamanan, inklusivitas, dan eksplorasi rasa.
Bangkitnya Budaya Pop dan Kolaborasi
Merek kue besar seperti Betty Crocker dan Duncan Hines secara aktif memanfaatkan relevansi budaya. Rilisan edisi terbatas yang terkait dengan waralaba populer – seperti Wicked dan Bridgerton – memadukan pembuatan kue dengan fandom, sehingga menciptakan pembelian impulsif. Kolaborasi berkelanjutan Duncan Hines dengan Dolly Parton mencontohkan strategi ini, memanfaatkan nostalgia dan daya tarik selebriti. Campuran kue pisang dari kemitraan ini adalah contoh yang menonjol, dipuji karena teksturnya yang lembab dan rasa pisangnya yang kuat. Pendekatan ini menandakan bahwa memanggang bukan lagi sekadar membuat makanan; ini tentang mengalami gaya hidup.
Kue Ramah Alergen Mendapatkan Momentum
Lorong pembuatan kue menjadi jauh lebih inklusif, dengan peningkatan signifikan pada pilihan ramah alergen. Merek seperti GoNanas mengkhususkan diri pada campuran roti pisang vegan dan bebas gluten, sementara Simple Mills telah memperluas lini produk berbahan dasar tepung almond menjadi lebih dari selusin variasi, termasuk muffin kayu manis apel dan kue coklat. Produk-produk ini melayani segmen konsumen yang sedang berkembang dengan pembatasan pola makan, membuktikan bahwa rasa dan inklusivitas dapat hidup berdampingan. Contoh yang menonjol adalah campuran muffin kue wortel Stellareats yang bebas susu dan bebas gluten, dimaniskan dengan kurma untuk hasil yang manis dan lembab alami.
Merek Independen Mengganggu Pasar
Mungkin perkembangan yang paling menarik adalah masuknya merek-merek independen yang mendefinisikan ulang campuran kue. Renewal Mill memimpin dalam pembuatan kue berkelanjutan, menggunakan bahan-bahan daur ulang seperti tepung okara untuk membuat brownies coklat hitam dan kue gula. Miss Jones Baking Co. menonjol dengan campuran yang memprioritaskan bahan utuh seperti oat dan mentega kakao. Pendatang baru seperti Oh So Easy mendobrak batasan dengan rasa yang berani seperti brownies miso-karamel dan ube pirang, membuktikan bahwa pembuatan kue bisa menjadi inovatif dan menarik. Campuran ube pirang, khususnya, mendapat sambutan hangat karena rasanya yang mentega, pedas, dan vanilla.
Pergeseran ini didorong oleh fakta sederhana: konsumen menginginkan lebih dari sekadar campuran kue dasar. Mereka menginginkan pengalaman, pilihan makanan, dan rasa yang mencerminkan selera mereka yang terus berkembang. Lorong pembuatan kue merespons, dan hasilnya lezat.



























